Breaking News

Minggu Palma/C: Yesus mati untuk penebusan dosa-dosa kita



Hari Minggu ini, kita merayakan hari Minggu Palma dan Minggu Sengsara. Perayaan liturgi hari Minggu Palma Tahun liturgi C ini menggabungkan dua peristiwa yang saling berkebalikan : kemuliaan (yang terungkap dalam seruan : “Hosanna”) dan penderitaan (yang terungkap dalam teriakan : “Salibkan dia”). Penyambutan Yesus yang bagaikan penyambutan kepada seorang raja berlanjut dengan drama persidangannya yang tidak adil, semuanya itu memuncak pada penyaliban-Nya.

Pekan Suci menantang kita untuk mengingat dan menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa yang menghasilkan penebusan dan keselamatan kita. Kita pun diundang Tuhan untuk menghargai dengan rasa syukur penebusan Yesus demi keselamatan kita. Dan karenanya kita juga diajak untuk membalas kasih Allah kepada kita yang dinyatakan melalui penderitaan dan kematian Yesus itu, dengan mengasihi orang lain. Permenungan misteri Paskah ini mendorong kita untuk 'mematikan' dosa-dosa kita dan bangkit bersama Yesus, yang akan membawa penyembuhan, pendamaian, dan penebusan kita. Kesungguhan kita untuk terlibat dalam liturgi Pekan Suci juga akan memperdalam hubungan kita dengan Tuhan, meningkatkan Iman kita, dan memperkuat hidup kita sebagai murid Yesus.

Bacaan pertama hari ini, yang dikutip dari Kitab Nabi Yesaya (Yes 50:4-7), disebut sebagai Kidung Hamba Yahwe. Aspek-aspek kehidupan Yesus dan perutusan-Nya dilihat dan dipahami dalam nubuat yang diungkapkan oleh Kidung Hamba Yahwe ini. Mazmur Tanggapan (Mzm 22) mengungkapkan penderitaan Yesus di kayu Salib dan kepercayaan-Nya yang tanpa putus kepada Bapa-Nya di Surga. Bacaan kedua, yang diambil dari surat Paulus kepada orang Filipi (Flp 2:6-11), merupakan sebuah himne rohani dari Jemaat Kristen perdana. Himne ini mewakili pemahaman Jemaat Kristen perdana tentang siapakah Yesus itu, dan tentang bagaimana misi-Nya menyelamatkan kita dari dosa dan kematian.

Bagian pertama dari Injil hari ini (Luk 19:28-40) menggambarkan penyambutan Yesus oleh para pengikutnya, mereka menyambut-Nya bagaikan seorang raja. Mereka berpawai bersamanya sejauh lima kilometer, dari Bukit Zaitun ke kota Yerusalem. Di bagian kedua dari Injil hari ini (Luk 22:14-23:56), kita mendengarkan Kisah Sengsara Kristus menurut Lukas. Kita ditantang untuk memeriksa hidup kita sendiri dalam terang beberapa tokoh dalam Kisah Sengsara Yesus, misalnya: Petrus yang menyangkal Yesus, Yudas yang mengkhianati Yesus, Pilatus yang bertindak melawan hati nuraninya dan mengutuk Yesus sampai mati di kayu salib, Herodes yang mencemooh Yesus dan para pemimpin orang-orang yang mempertahankan posisi mereka dengan menyingkirkan Yesus.

Kisah Sengsara Yesus yang direnungkan dalam Hari Minggu Palma ini mengingatkan kita bahwa Ia mati untuk penebusan dosa-dosa kita. Ia mengundang kita untuk membawa dan memancarkan kepada keluarga dan komunitas kita masing-masing: cinta-Nya yang universal, pengampunan-Nya yang tanpa syarat dan pengorbanan-Nya yang total.

No comments