Breaking News

SPIRITUALITAS PAROKI HKY TEGAL


Dalam karya seni Kristiani, Hati Kudus Yesus seringkali digambarkan sebagai sebuah hati yang terbakar yang berkilau dengan cahaya ilahi, yang terbuka oleh luka tusukan, yang dikelilingi oleh sebuah mahkota duri, dan yang berdarah. Terkadang gambar hati ini diletakkan di depan tubuh Yesus dengan tangannya yang terluka menunjuk pada hati tersebut. Luka-luka dan mahkota duri menjadi kiasan dari apa yang terjadi pada saat penderitaan Yesus hingga Ia wafat, sementara api melambangkan kekuatan perubahan dari cinta kasih. Hati Kudus Yesus adalah lambang dari cinta kasih ilahi yang tanpa batas kepada manusia.

Hati Kudus Yesus penuh cinta kepada setiap orang yang mencintai, mengasihi bahkan memusuhinya. HatiNya tidak membeda-bedakan yang kecil, miskin dan menderita. Ia memandang semuanya dengan penuh cinta. Ia pergi masuk keluar kampung, mengajar dan menyembuhkan orang-orang. Ia tidak membiarkan orang-orang yang mengikuti-Nya menderita maka Hati-Nya tergerak oleh belaskasihan (bdk. Mat 9:35). Melalui belaskasih-Nya yang tak terbatas, Yesus mengarahkan hati kita kepada Allah.

Yesus menghendaki agar hati manusia terpusat pada Allah sebagai Bapa, "hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Luk 6:36). Bila hati kita seirama dengan hati Yesus, kita akan mudah mengampuni mereka yang berbuat salah kepada kita dengan hati yang iklas dan terbuka dan menyambut mereka dengan penuh cinta. Paulus dengan jelas memberikan gambaran tentang Hati-Nya dengan berkata : "Kasih itu sabar, kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kesabaran." (1 Kor 13:4-6) Cinta yang mengalir dari Hati Yesus telah sepenuhnya dipahami oleh para muridNya untuk melaksanakan tugas perutusan di dunia ini.

Hati Yesus yang Kudus terus menyapa hati manusia agar manusia mampu mencintai seperti Hati-Nya. Cinta akan Hati-Nya membuka cakrawala berpikir dan merasa dari manusia akan penyelamatan yang telah Allah berikan kepada manusia. Dalam spiritualitas Hati Kudus Yesus, Umat beriman Katolik Tegal ingin sungguh menghidupi, menghayati dan mengalami betapa Allah sangat mencintai manusia dan dunia. Cinta Hati Kudus Yesus menyentuh dan mengubah mereka agar menjadi terang dunia dan umat yang baru. Demikian pula, mereka yang tertangkap oleh cinta Hati Yesus berdukacita atas dosa-dosa dunia yang mendambakan pemulihan.