Breaking News

Renungan 28 September 2018, Pengkhotbah 3:1-11


"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal..." (Pkh 3:1-2).

Membaca Kitab Pengkhotbah ini, sepertinya hidup ini sudah ditakdirkan. Segala sesuatu ada masanya. Hidup dan mati kita pun sudah ditentukan waktunya. Apa memang benar ada sebuah takdir? Apa benar bahwa Tuhan itu sudah menentukan jalan hidup kita dan kita tinggal mengikuti jalannya itu?

Persoalan ini sudah menjadi perdebatan sejak jaman dahulu. Takdir dalam arti segala sesuatunya sudah ditentukan oleh Tuhan dan kita tidak memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidup dan apa yg harus kita lakukannya, rasanya tidak benar. Tuhan memang yang menentukan jalan hidup kita namun Ia membiarkan kita dengan bebas untuk menanggapi jalan yang ditawarkan oleh Tuhan itu. 

Dalam Bahasa Yunani ada dua istilah untuk "waktu" yakni Kairos dan Chronos. Chronos mengacu pada "kronologi atau kronik", berarti urutan waktu (jam, hari, minggu, bulan dan rahun). Sedangkan kairos lebih menunjuk pada sebuah gagasan untuk mengartikan tentang saat yang tepat atau sesuatu yang khusus terjadi.

Kitab Pengkhotbah ini mau mengajak kita untuk melihat hidup kita ini bukan hanya sebagai urutan waktu yang berjalan secara kronoligis saja namun juga sebagai saat yang tepat untuk berbuat sesuatu. Kita diajak untuk melihat apa yang Tuhan sedang kerjakan bagi hidup kita ini dan bagaimana kita di saat ini pun menanggapi karya Tuhan itu. 

Permenungan ini amat penting bagi kita yang kerap disibukkan dengan berbagai macam kegiatan harian kita. Kita semua merasa sibuk hingga kadang sulit mengatur waktu dan tidak jarang kita juga "dirasani" oleh orang lain karena dianggap tidak peduli pada kegiatan bersama. Maka pertanyaannya adalah apa kesibukanku saat ini? Apakah aku sibuk dengan diriku sendiri atau sibuk untuk ikut peduli pada kebaikan bersama?

Ada waktu utk mengurusi diri sendiri tapi juga ada waktu untuk melayani sesama. Itulah yang mestinya makin menjadi kesadaran dan penghayatan kita bersama.

(Rm Y. Suratman)

No comments