Breaking News

PERTEMUAN III ADVEN, AKU HARUS BERBUAT


TUJUAN
Peserta diajak mengembangkan pertobatan lahir dengan membiasakan diri dalam hidup harian untuk melakukan tujuh aksi rohani dan tujuh aksi jasmani.


PEMBUKA
1. Lagu Pembuka: "Siapa Yang Berpegang" PS 650
P: Mari kita awali pertemuan ini dengan penyalaan lilin korona adven ketiga dan diiringi dengan lagu pembuka:

Siapa yang berpegang pada sabda Tuhan dan setia mematuhi-Nya.
Hidupnya mulia dalam cah’ya baka, bersekutu dengan Tuhannya.→Ulangan
Bayang-bayang gelap kan dihapus lenyap, oleh sinar senyum wajah-
Nya. Rasa takut dan syak, kan menghilang cepat dari yang percaya
kepada-Nya. →Ulangan
Ulangan: Percayalah dan pegang sabda-Nya hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia

2. Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

3. Pengantar
P Saudara-saudari ytk.
Kita berada dalam Minggu Adven pekan ke-3, yang kita kenal sebagai Minggu Gaudete, yakni Minggu Sukacita. Kita diajak untuk mengembangkan sikap batin bersukacita dalam Tuhan seperti Bunda Maria.
Pada pertemuan ketiga ini, kita akan mendalami sub-tema “Aku Harus Berbuat”. Tema ini mengalir dari ungkapan kegembiraan para murid Yohanes, yang menyambut pewartaannya supaya layak menyambut kedatangan Mesias, yang mereka nanti-nantikan: Jika demikian, apa yang harus kami perbuat? Dengan menggumuli subtema ini, kita diajak mengembangkan pertobatan dengan
membiasakan diri melakukan tujuh aksi rohani dan tujuh aksi jasmani.
Kami ucapkan terimakasih kepada keluarga/ Sdr….. yang telah menyiapkan tempat dan segalanya untuk pertemuan ini. Semoga Tuhan selalu memberkati.

4. Doa Pembuka
Marilah berdoa,
Allah Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu boleh mengimani Yesus Putra-Mu, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia. Ia hadir dan menebus dosa-dosa kami. Kami mohon utuslah Roh Kudus-Mu menerangi hati dan budi kami supaya kami berani berbagi pemahaman dan pengalaman mewujudkan rahmat pertobatan dalam wujud Aksi rohani dan Aksi Jasmani. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.


MENYADARI PENGALAMAN HIDUP
1. Menonton Video di alamat: https://youtu.be/zZ0wfHF2diU

ATAU
Membaca Kisah berikut:

Ketika Hati Bicara
Seorang sopir angkot memberikan semua penghasilannya hari itu untuk seorang nenek. Pak Supri adalah seorang sopir angkot pocokan (pengganti jika sopir utamanya sedang berhalangan). Kalau sedang tidak nyopir ia bekerja sebagai buruh tani. Ia seorang pekerja srabutan. Sebagai sopir pocokan, ia memperoleh penghasilan antara 15.000 sd 20.000 sehari. Ia mempunyai seorang isteri dan dikaruniai tiga orang anak. Konon salah satu anaknya terkena sakit tumor, dan sudah berulangkali dibawa ke Rumah Sakit. Sampai akhirnya ia berhenti memberikan obat karena kesulitan biaya. Pak Supri bingung, sedih, dan tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan biaya pengobatan bagi anaknya. Ia bengong dan duduk di pinggir jalan.
Ketika itu datanglah seorang nenek tua, penjual ikan asin. Ketika dalam perjalanan menjual ikan asin, ia tersenggol mobil hingga jatuh. Ikan asinnya terlindas hingga rusak. Nenek itu bangun. Ia mengambili ikan asin itu dan memasukkannya ke tas plastik kembali. Dengan wajah pesimis, Nenek pun berkeliling menjajakan ikan asin lagi. Setelah lama berkeliling dan menawarkan berulang kali kepada orang-orang yang dijumpainya, tak satu pun ada orang yang mau menawar, apalagi sampai membeli. Padahal jika berhasil menjualnya, uang itu akan segera dibelikan beras untuk makan di hari itu.
Badan lelah, bercampur lapar dan haus. Patahlah semangat nenek. Sampai akhirnya nenek itu berjumpa dengan seorang bapak yang sedang duduk di pinggir jalan, pegang kepala, merasakan pusing dan bingung memikirkan nasib keluarganya. Namanya Supri. Si Nenek dengan ramah menyapanya:
Nenek: “Nungguin siapa mas, kok kayaknya bingung?”
Supri: ”Iya ini pusing, bingung”.
Nenek: “Kenapa?”
Supri: “Iya ini sedang mikirin anak saya yang sakit”.
Nenek: Apa sudah di bawa ke rumah sakit?
Supri: Dulu sudah, tapi sekarang tidak lagi. Kami tidak punya uang lagi.
Nenek: Saya turut prihatin dan sedih ya mas. Saya juga tidak bisa bantu apa-apa. Saya sendiri juga sedang bingung. Saya mau jual ikan asin, tadi malah kesrempet mobil. Saya jatuh. Ikan asinnya ketlindes mobil dan rusak. Lalu saya kumpulkan lagi. Mau saya jual untuk membeli beras. Hasilnya akan saya belikan beras untuk saya dan cucu saya. Saya butuh beras
mas. Apa mas bisa bantu?
Supri: Mau dijual berapa?
Nenek: Saya jual limapuluh ribu rupiah. Yang penting bisa untuk makan satu bulan mas. Mase mau beli nggak? Mas mau bantuin nggak?
Supri: Ya, Nek, saya mau bantuin.
Nenek: Sungguh? Mase ihklas?
Supri: Iya, saya iklas.
Nenek: Kalau begitu, ini ikan asinnya.
Supri: Trimakasih. Sekarang saya akan pulang memberikan ikan asin ini ke ibune anak-anak.
Nenek: Iya. Tapi saya dibelikan beras ya mas..., saya ikut ya mas.
Supri: Iya... mari…..
(Sesampai di warung, Supri membelikan 10kg beras).
Supri: Nek, ini berasnya.
Nenek: Terimakasih ya Mas, tapi saya kog haus, bisa minta minum Mas?
Supri: Bisa, sebentar saya belikan… Nek, ini minumnya.
Nenek: Ya, terimakasih. Tapi ini iklas, betul ya Mas?
Supri: Iklas. Iklas. Iklas.

Itulah sekelumit kisah bagaimana Pak Supri yang telah berhasil diuji kesabaran dan keiklasan hatinya. Ketika hati sudah berbicara maka masalah dirinya pun terabaikan, yang ada hanyalah kepedulian akan nasib orang lain yang dirasakan lebih membutuhkan uluran tangannya.
(Denny David Collection diambil dari dennydavid@gmail.com).

2. Pendalaman Pengalaman Hidup
Pertanyaan Panduan:
  • Kalau dihubungkan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila, sikap dan perbuatan Pak Supri itu sesuai dengan sila yang ke berapa dan mengapa?
  • Pernahkah Anda mempunyai pengalaman membantu orang yang sedang dalam kesulitan, dan pada saat yang sama, Anda sendiri juga sedang berada dalam kesulitan? Ceritakanlah!

Saudara-saudari terkasih, sekarang marilah kita menimba Terang Sabda Tuhan atas pengalaman kita.


INSPIRASI DARI SABDA TUHAN
1. Membaca Kitab Suci Lukas 3:10-18
Pemandu atau salah seorang yang telah disiapkan, membacakan teks Kitab Suci berikut dengan suara lantang dan jelas, sedangkan peserta mengikuti membaca dalam hati. Setelah pembacaan selesai, peserta diberi kesempatan untuk membaca sendiri dalam hati.

Apa Yang Harus Kami Perbuat?

10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."
14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.":
15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.
Demikianlah Injil Tuhan.

2. Mendalami Sabda Tuhan dan Menemukan Inspirasi Iman
Pertanyaan Panduan:
a. Apa jawaban Yohanes atas pertanyaan “Apa yang harus kami perbuat”?
b. Dalam ajaran Gereja Katolik, kita mengenal adanya tujuh (7) kebiasaan Aksi Kasih Jasmani dan 7 Aksi Kasih Rohani:
1). Tujuh amal kasih jasmani itu meliputi (lihat hlm 34): 
  • memberi makanan kepada yang lapar, 
  • memberi minuman kepada yang haus, 
  • memberi perlindungan kepada orang asing, 
  • memberi pakaian kepada mereka yang telanjang, 
  • melawat orang sakit, 
  • mengunjungi orang di penjara dan 
  • menguburkan orang mati.

2). Tujuh amal kasih rohani itu meliputi (lihat hlm 34): 
  • menasihati orang yang ragu, 
  • mengajar orang yang belum tahu, 
  • menegur pendosa, 
  • menghibur orang yang menderita,
  • mengampuni orang yang menyakiti, 
  • menerima dengan sabar orang yang menyusahkan; 
  • berdoa untuk orang yang hidup dan mati.


Pertanyaannya:
  1. Dari jawaban-jawaban itu (bdk. Jawaban nomor 1), manakah yang termasuk Aksi Kasih Jasmani dan manakah yang termasuk Aksi Kasih Rohani?
  2. Sharingkan salah satu pengalaman Anda terkait dengan Aksi Kasih Jasmani atau Aksi Kasih Rohani tsb!


3. Peneguhan
Setelah kegiatan untuk mendalami kisah pengalaman hidup dirasa cukup, maka dalam bagian ini, pemandu dengan kata-kata sendiri menyampaikan simpul-simpul hasil sharing bersama dan memberikan peneguhan. Kemudian, peserta juga diberi kesempatan untuk menambah atau melengkapinya.
Garis besar simpul-simpul dan peneguhan yang dapat dikembangkan, misalnya sebagai berikut:
  1. Kita berada dalam Minggu Adven pekan ke-3, yang kita kenal sebagai Minggu Gaudete, yakni Minggu Sukacita. Kita diajak untuk mengembangkan sikap batin bersukacita dalam Tuhan. Kita bersukacita karena kedatangan Tuhan sudah makin dekat. Sukacita sejati hanya ditemukan dan berasal dari Tuhan dan hanya karena Tuhan. Bunda Maria bersukacita karena Allah Juruselamatnya (bdk Luk 1:47).
  2. Kita hanya sungguh bisa mengalami sukacita kalau kita menerima rahmat kerahiman Tuhan, kalau kita mengalami perdamaian dengan Tuhan. Dalam minggu ke-dua Adven kita mengalami kerahiman itu dalam pertobatan. Pertobatan merupakan sumber sukacita dan kegembiraan. Kisah Natal menjadi bukti akan belas kasih Allah dan kesediaan-Nya untuk mengampuni umat-Nya. Kisah sukacita Natal memanggil kita untuk berbagi sukacita bagi sesama.
  3. Dalam Injil yang telah kita renungkan, dinyatakan bahwa orang banyak yang tertarik dengan pewartaan Yohanes bertanya: "Apakah yang harus kami perbuat?" (Luk 3:10-11). Jawaban Yohanes mencakup perbuatan (aksi) jasmani dan perbuatan (aksi) rohani. Aksi jasmani itu, misalnya, berbagi baju atau makanan bagi yang membutuhkan (Luk 3:11). Aksi rohani itu, misalnya, tidak menagih lebih banyak dari yang ditentukan (bdk. Luk 3:13).
  4. Dengan menjalankan tujuh amal kasih jasmani dan rohani ini, sebenarnya kita telah mengamalkan sila kedua Pancasila tentang “Perikemanusiaan yang adil dan beradab”.



RENCANA AKSI NYATA

Dalam kebersamaan, peserta diajak untuk membuat rencana aksi nyata yang bisa membantu umat untuk mengembangkan tujuh Aksi Jasmani dan tujuh Aksi Rohani. Salah sorang mencatat hasil diskusinya.
  1. Inventarisasi Permasalahan: Sebutkan peristiwa, masalah, atau problem yang sedang Anda hadapi atau yang ada di masyarakat sekitar Anda! Dari berbagai masalah yang ditemukan, pilihlah satu atau dua masalah yang ingin Anda bantu selesaikan?
  2. Diskusikan dan Putuskan: Di mana masalah itu ada? Bagaimana kring/lingkungan/KBG akan menyelesaikan masalah itu atau minimal membantu meringankan masalah tersebut? Siapa saja yang perlu Anda ajak kerjasama? Kapan dilaksanakan?



PENUTUP
1. Doa Umat
Allah, Bapa yang ada di surga, kami bersyukur kepada-Mu karena bimbingan dan penyertaan-Mu sehingga kami dapat saling berbagi pengalaman dan meneguhkan iman. Kini, perkenankan kami menyampaikan doa syukur, pujian, serta permohonan kami ke hadirat-Mu.
  1. Ya Bapa di surga, kami masih sering kurang peduli untuk meringankan beban orang lain. Kami mohon utuslah Roh-Mu. Kuatkanlah diri kami supaya berani ikut menolong sesama yang membutuhkan. Kami mohon...
  2. Ya Bapa, kami masih kurang bisa mengampuni orang yang menyakiti kami, semoga dengan pertolongan rahmat-Mu kami Kauberanikan membuka hati bagi orang yang menyakiti kami. Kami mohon...

------- Umat berdoa secara spontan -------

Demikian ya Bapa, doa-doa syukur, pujian, dan harapan yang kami hunjukkan kepada-Mu. Kami mohon rahmat-Mu agar kami setia bertekun untuk mengembangkan pertobatan dengan membiasakan melakukan tujuh aksi rohani dan tujuh aksi jasmani. Bersama Bunda Maria yang setia mendoakan kita, marilah kita doakan Rosario Maranatha.

2. Doa Rosario Maranatha (lihat lampiran)

3. Doa Penutup
Marilah berdoa,
Allah Bapa di surga, berkat kuasa Roh Kudus-Mu kami boleh bersatu hati untuk berani menumbuhkembangkan kebiasaan-kebiasaan kristiani. Semoga kami selalu tekun setia untuk mengembangkan Aksi Jasmani dan Rohani dalam hidup sehari-hari dengan berani untuk berbagi harta, perhatian, jasa, dan kesempatan yang ada pada kami bagi mereka yang membutuhkan. Demi Yesus, Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

4. Lagu Penutup: "CINTA KASIH ALLAH" (PS. No. 659)
Ulangan:
Cinta kasih Allah dicurahkan dalam hati umat-Nya. Oleh Roh ilahi, sumber kekuatan, yang dikurniakan pada kita
  1. Walau kita kaya dan kuasa, walau cantik indah mempesona. Walau pandai dan gagah perkasa, percumalah tanpa cinta kasih.
  2. Cinta kasih itu murah hati, cinta kasih sabar dan tawakal Cinta kasih tak memegahkan diri, tak mencari keuntungan diri.

No comments