Breaking News

Renungan 30 Oktober 2018, Luk 13:18-21


Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya. Biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya. Dan Yesus berkata lagi: "... Kerajaan Allah itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diaduk-aduk ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai seluruhnya beragi". 

Salah satu tantangan yang kerap paling membuat frustrasi bagi pewartaan Injil adalah keengganan orang Katolik/Kristen untuk melibatkan diri pada tugas-tugas yang paling sederhana sekalipun. Alasan penolakannya kerap kali didasarkan pada kerepotan, kekurangan waktu, urusan keluarga dan pekerjaan yang masih banyak membutuhkan perhatiannya dan sebagainya. Memang benar bahwa kita punya tanggungjawab pribadi, keluarga dan juga tugas yang dibebankan dari pekerjaan resminya. Tapi untuk terlibat dalam karya pewartaan Injil, tidak perlu merasa takut karena kebutuhan besar yang dihadapi setiap hari itu. Setiap orang di antara kita bisa terlibat dalam berbagai hal dan keterlibatan kita walaupun kecil, juga bisa berpengaruh amat besar bagi orang lain. 

Injil Lukas ditulis untuk orang-orang Kristen yang sedang mengalami penganiayaan. Sepertinya ada kuasa yang begitu besar yang akan menghancurkan Kekristenan dan orang-orang Kristen awal kerap merasa lemah dan putus asa atas kesulitan itu. Sebagai pengarang Injil, Lukas ingin menghibur dan menyemangati jemaatnya: walaupun ada rintangan yang besar untuk mewartakan Injil, namun mereka mampu memberikan pengaruh yang baik bagi orang lain.

Gambaran tentang biji sesawi dan ragi yang Yesus pakai untuk mengumpamakan mengenai Kerajaan Allah, maknanya kurang lebih sama. Apa yang kecil, yang bisa kita lakukan, bisa membuat pengaruh yang besar. Biji itu kecil namun bisa menjadi pohon yang besar. Demikian juga dengan ragi. Dengan satu sendok ragi saja, tepung sekian kilo bisa beragi semua hingga berubah menjadi makanan yang enak. Perumpaan ini mengajak kita untuk tetap semangat dan optimis dan penuh kesabaran dalam menjalani tugas apapun yang dipercayakan kepada kita. 

Dua minggu yang lalu, ada pengurus sebuah kelompok kategorial yang menceritakan kepada saya bahwa beberapa teman akan mulai lagi melakukan kegiatan bersama dari sekian lama yang sudah kosong. Teman-teman yang diajak, menanggapinya dengan positif dan antusias. Saya hanya mengatakan kepada mereka, terus lakukan itu. Jangan menyerah. 

Mereka yang ingin menggerakkan teman-teman yang lainnya itu adalah seperti biji sesawi dan ragi. Maka pertanyaannya adalah "hal-hal kecil" apa yang bisa kita lakukan? Ada banyak sekali!

(Rm Y. Suratman)

No comments