Breaking News

Renungan 18 Oktober 2018, 2 Tim 4:10-17


"Tetapi Tuhan mendampingi aku dan menguatkan aku supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya" (2 Tim 4:17).

Kata-kata Rasul Paulus kepada Timotius ini, merupakan sebuah pesan akhir di masa tuanya. Paulus menceritakan bagaimana ia mengalami pendampingan Tuhan sehingga kuat dalam memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Paulus menyebutkan sejumlah nama orang yang berkaitan langsung dengan pelayanannya entah itu orang-orang yang membantu maupun orang yang menentangnya. Dalam daftar itu ada nama Lukas. Rupanya Lukas begitu dekat dengan Paulus karena dikatakan "Hanya Lukas yang tinggal dengan aku". Kedekatan itu nampaknya juga ikut mempengaruhi Lukas dalam tugasnya memberitakan Injil. Lukas adalah salah satu penginjil yang mewartakan Kristus kepada orang-orang non Yahudi. Tulisannya yang dimuat dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul mencerminkan bahwa iman akan Yesus Kristus makin tersebar luas hingga menjangkau wilayah di luar Yahudi. Hal ini menjadi sebuah sumber yang kaya bagi kita untuk memahami kisah-kisah Yesus dan perkembangan Gereja awal. Dengan memahami kekayaan iman ini harapannya kita pun makin mendalam dalam mengimani Yesus Kristus dan makin tersemangati dalam pelayanan kita untuk meneruskan karya Kristus di dunia ini. 

Kita patut bersukacita karena Injil Yesus Kristus dapat diwartakan hingga sampai kepada kita semua melalui perantaraan seorang Lukas. Kiranya kita juga dapat menjadi "Lukas-Lukas kecil" di zaman modern ini: diutus untuk mewartakan kabar gembira agar keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus dialami oleh semakin banyak orang. Kita tidak perlu takut karena merasa tidak mampu melaksanakan tugas itu. Sebab Tuhan pasti mendampingi dan menguatkan kita. Paulus dan Lukas, telah menjadi saksi bagi kita akan pendampingan Tuhan itu. Sekarang tinggal kita sendiri yang mesti berani melaksanakan tugas perutusan itu. Siap diutus, bukan? 

(Rm Y. Suratman)

No comments