Breaking News

Kursus Dasar Kitab Suci, Pertemuan 2


Alkitab mengisahkan hubungan antara Allah dengan Manusia. Hubungan ini digambarkan sebagai suatu relasi dalam Perjanjian, di mana ada kesepakatan-kesepakatan tertentu yang berdampak pada masing-masing pihak: di satu pihak Allah memelihara, melindungi dan memberi kesejahteraan kepada manusia; di lain pihak manusia menyembah dan berbakti kepada Allah. Tulisan-tulisan dalam Perjanjian Lama mengisahkan ikatan perjanjian Allah dan manusia yang pertama, yaitu dengan orang-orang/bangsa Yahudi. Ikatan perjanjian ini didasarkan pada kurban persembahan binatang kurban.

Mari mengenal “Perpustakaan” Perjanjian Lama…
Alkitab Perjanjian Lama adalah kumpulan dari banyak Kitab yang ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani. Panjang “Perjanjian Lama” hampir dua kali Perjanjian Baru. Jadi, hampir dua per tiga dari keseluruhan Alkitab. Ketika Yesus memulai karyanya yaitu sekitar tahun 30 M, kitab suci orang Yahudi dalam bentuk akhirnya baru berumur dua ratus tahun – atau malah kurang dari itu. Kitab-kitab tersebut ditulis dengan berbagai macam gaya sastra oleh sejumlah penulis. Diperkirakan, waktu yang dibutuhkan oleh orang Yahudi untuk mengumpulkan 46 kitab dalam Perjanjian Lama berlangsung selama sekitar 1.000 tahun – yaitu kurang lebih antara tahun 900 sM hingga 160 sM (Daud sampai sebelum Yesus). Maka pandanglah Alkitab bukan sebagai satu buku/kitab saja, namun sebagai suatu perpustakaan dari buku-buku kuno yang masih tetap bermakna bagi orang zaman sekarang.


Mengapa Perjanjian Lama juga perlu dibaca? 
Yesus Kristus disebut sebagai penggenapan Perjanjian Lama. Maka, untuk mengenal penggenapan dan kebaruan dalam Yesus Kristus, kita perlu mengenal apa yang dikisahkan dalam Perjanjian Lama.

Gereja selalu menerima Alkitab Ibrani (= PL) sebagai bagian integral dari Alkitab Kristiani (bdk DV 16). Meskipun tata keselamatan PL dimaksudkan untuk mempersiapkan kedatangan Kristus, dan mendapatkan pemenuhannya dalam PB, Konsili Vatikan II mengatakan bahwa “Kitab-kitab itu (= PL), yang mengungkapkan kesadaran yang hidup akan Allah, yang mencantumkan ajaran-ajaran yang luhur tentang Allah serta kebijaksanaan yang menyelematkan tentang peri hidup manusia, pun juga perbendaharaan doa-doa yang menakjubkan … harus diterima dengan khidmat oleh Umat beriman Kristiani” (DV art 15). Dokumen Komisi Kitab Suci Kepausan yang terakhir The Jewish People and Their Sacred Scriptures in the Christian Bible (2001) pun menegaskan bahwa “tulisan-tulisan PB mengakui bahwa Alkitab Ibrani mempunyai suatu nilai permanen sebagai pewahyuan ilahi” (I.B. 8).

Selain alasan itu, fakta obyektif menunjukkan bahwa PB banyak merujuk pada PL, termasuk Pentateukh.
  • Ibr 4:14-5:10 = Yesus digambarkan sebagai imam Agung abadi. Gambaran dan peranan Imam Agung serta hari raya pendamaian berlatar belakang Kitab Imamat.
  • Yoh 3:14 = menunjuk pada kisah ular tembaga yang terdapat dalam Bil 21:4-9.
  • Mark 12:28-34 = ketika Yesus ditanya oleh seorang ahli Taurat tentang hukum yang terutama, jawaban yang diberikan merupakan kutipan dari Ul 6:4-5 dan Im 19:18
  • Ada banyak ungkapan-ungkapan lain dalam PB yang secara langsung maupun tidak langsung merujuk pada PL. Secara keseluruhan, dalam PB terdapat 34 kutipan langsung dari Kitab Kejadian, 44 dari Keluaran, 17 dari Imamat, 3 dari Bilangan, dan 50 dari Ulangan.
Di atas segalanya, jangan dilupakan bahwa Yesus, yang menjadi pokok iman Kristen, adalah seorang Yahudi yang lahir dan hidup dalam budaya Yahudi dengan tradisi religiusnya. Keyahudian Yesus merupakan fakta yang tidak boleh kita abaikan. 

Alkitab Perjanjian Lama Berkisah tentang apa sih?
Perjanjian Lama berisikan kisah-kisah kuno tentang karya Allah di dunia sejak sebelum berkembangnya bangsa Yahudi sampai sesudah negara Yahudi tenggelam oleh kekuasaan kerajaan-kerajaan besar seperti Asyur, Babylonia, Persia, Yunani dan Romawi. Kisah-kisah penting dalam Perjanjian Lama adalah sebagai berikut :
  • Allah menciptakan segala yang ada.
  • Manusia tidak mematuhi perintah Allah dan mengasingkan diri dariNya.
  • Allah mendatangkan air bah, dan melenyapkan semua orang kecuali keluarga Nuh yang baik dan tak bercela di hadapan Allah – Inilah awal baru bagi umat manusia.
  • Allah memilih Abraham untuk menjadi nenek moyang bangsa Israel yang dipilih untuk menunjukkan pada dunia seperti apakah kebenaran itu.
  • Bangsa Israel meninggalkan Allah, bahkan melanggar hukumnya yang paling dasar.
  • Allah mengirimkan para penyerbu untuk menghapuskan bangsa Israel dari muka bumi ini, dan mencerai-beraikan orang-orang yang selamat ke negeri lain.
  • Allah membawa pulang kembali orang-orang Yahudi yang tersisa, dan mengampuninya – Inilah awal baru lainnya



RUMPUN-RUMPUN KITAB-KITAB PERJANJIAN LAMA
Sebagian besar Perjanjian Lama dipengaruhi oleh literatur negara-negara tetangga Israel di Timur Tengah. Untuk menceritakan kisah-kisah mereka sendiri, bangsa Israel meminjam kebudayaan bangsa-bangsa sekitarnya serta meniru bentuk-bentuk literatur mereka. Ke-46 kitab dalam Perjanjian Lama dapat dibagi dalam empat bagian: 5 Kitab Hukum (Pentateukh), 16 Kitab Sejarah, 7 Kitab Puisi dan Hikmat, serta 18 Kitab Nubuat/Nabi-nabi.

1. Kitab Hukum (Pentateukh)
Kitab Hukum (Pentateukh) adalah kelima kitab pertama dalam Perjanjian Lama, yaitu: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Banyak kisah-kisah Kitab Suci yang terkenal ditemukan dalam kitab-kitab ini termasuk kisah penciptaan, Adam dan Hawa, bahtera Nuh serta kisah-kisah lain tentang asal-mula bangsa Israel dan pelarian mereka di bawah pimpinan Musa dari perbudakan Mesir. Sepuluh Perintah Allah dan hukum-hukum lainnya menyangkut hidup dan ibadat bangsa Israel juga didapati dalam Kelima kitab pertama ini. Oleh sebab itu, Kitab-kitab ini disebut sebagai Kitab Hukum atau Kitab Taurat. Ada suatu peralihan tertentu dari kitab pertama (Kejadian) dengan empat kitab lainnya (Kel – Ul). Kej menggambarkan asal-usul bangsa Israel, sementara keempat kitab yang lain melukiskan bagaimana bangsa Israel diorganisir di bawah pimpinan Musa

2. Kitab Sejarah
Sesuai namanya, Kitab Sejarah berisi kisah tentang sejarah bangsa Israel serta campur tangan Allah dalam sejarah mereka. Kisah-kisah tentang para tokoh terkenal, baik pria maupun wanita, dalam sejarah Israel dapat ditemukan dalam kitab-kitab ini, termasuk tentang Raja Daud dan Raja Salomo, juga Debora, Yudit, Ratu Ester. Kitab-kitab Sejarah mengungkapkan suatu pola hubungan yang menarik antara Tuhan dengan Bangsa Pilihan-Nya. Apabila mereka setia pada Tuhan dan pada hukum-hukum-Nya, maka hidup mereka sejahtera dan Tuhan melindungi mereka dari para musuh. Tetapi, apabila mereka menyembah allah-allah lain dan hidup penuh cela di hadapan Tuhan, dengan kata lain mengatakan kepada-Nya, “Kami tidak membutuhkan Engkau,” maka bencana datang susul-menyusul menimpa mereka.

3. Kitab Puisi dan Hikmat
Kitab Puisi dan Hikmat yang berjumlah tujuh mempunyai corak agak berbeda satu sama lain dalam gaya literatur serta isinya. Yang termasuk dalam kumpulan Kitab-kitab ini adalah Mazmur, yaitu doa-doa yang ditulis dalam bentuk puisi. Terdapat juga kitab-kitab yang menyampaikan tentang bagaimana cara mencapai hidup bahagia, misalnya Kitab Amsal dan Kitab Putera Sirakh. Sedangkan Kitab Kidung Agung, salah satu puisi cinta paling sensual yang pernah ditulis, menggambarkan kasih mesra Tuhan yang begitu besar bagi umat-Nya.

Dalam kitab-kitab Puisi dan Hikmat diungkapkanlah kazanah pengalaman manusia. Kitab-kitab ini ditulis dengan maksud untuk membangun hidup manusia supaya ia bersikap bijaksana dan tepat dalam setiap keadaan hidup, dalam hubungan dengan Allah, atasan, rekan, bawahan, ciptaan lain. Namun di dalamnya juga terungkap permenungan sebagai umat Allah. 

Berbeda dengan kitab-kitab sejarah yang memusatkan perhatian pada karya Allah dalam sejarah penyelamatan Israel, kitab-kitab kebijaksanaan merenungkan karya Allah yang lebih umum sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkotbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan, Sirakh.

Kitab Mazmur adalah bagian dari Alkitab yang merupakan kumpulan nyanyian dan doa yang terungkapkan dalam untaian sajak religious yang indah. Sajak-sajak semacam itu juga muncul di kitab-kitab lain selain Kitab Mazmur. Dalam PL, sajak-sajak semacam itu muncul dalam kitab-kitab sejarah. Misalnya : nyanyian Musa (Kel 15), nyanyian Sumur (Bil 21:17-18), nyanyian kemenangan Debora (Hak 5), ratapan Daud atas Saul dan Yonatan (2 Sam 1), lagu-lagu pujian bagi Yudas dan Simon Makabe (1 Mak 3:3-9 dan 14:4-15). Dalam PB, sajak-sajak semacam itu adalah Kidung Maria (Magnificat), Kidung Zakharia (Benedictus) dan Kidung Simeon (Nunc dimittis).

Ada 150 mazmur dengan beraneka ragam tema : nyanyian pujian; nyanyian untuk menyembah Tuhan; doa mohon pertolongan, perlindungan dan penyelamatan; doa mohon ampun; nyanyian syukur atas berkat Tuhan, permohonan supaya musuh dihukum. Doa-doa ini ada yang bersifat pribadi, ada pula yang bersifat nasional. Beberapa di antaranya menggambarkan perasaan seseorang yang paling dalam, sedangkan lainnya menyatakan kebutuhan dan perasaan seluruh umat Allah. Yang mengejutkan, jumlah mazmur keluhan lebih banyak dari pada mazmur jenis lain. Maka untuk memahami Kitab Mazmur, yang perlu dicermati adalah bahwa Kitab Mazmur berisi semua ungkapan manusiawi dalam relasinya dengan Allah seturut situasi dan kondisi konkretnya. Kita bisa jujur pada Allah, mengungkapkan segala perasaan kita : marah, takut, kecewa, bingung. Ditinjau dan segi gaya sasteranya yang berbeda-beda dapat kita bedakan tiga jenis mazmur, yaitu: Puji-pujian, Doa (permohonan) dan Ucapan syukur. Ada juga jenis campuran, yaitu mazmur-mazmur yang berbeda dari jenis-jenis tersebut.

4. Kitab Nubuat/Para Nabi
Kitab Nubuat/Para Nabi berisi tulisan-tulisan para nabi besar Israel. Peran para nabi adalah menjaga agar Bangsa Terpilih tetap setia pada perjanjian yang telah mereka buat dengan Tuhan dan membawa mereka kembali apabila mereka menyimpang dari Tuhan. Tulisan-tulisan yang amat berpengaruh ini menggambarkan dengan jelas ganjaran jika mereka setia dan hukuman jika mereka tidak setia. Di samping itu, secara misterius, kitab-kitab para nabi menubuatkan kedatangan Sang Mesias dan memberikan gambaran tentang-Nya. Kelahiran Yesus di Betlehem dari seorang perawan, pewartaan-Nya bagi mereka yang sakit, miskin, dan tertindas, juga wafat-Nya yang ngeri, semuanya telah dinubuatkan dalam kitab-kitab para nabi.

Para Nabi yang tulisan-tulisannya kita terima sekarang, digolongkan menjadi dua, yaitu : nabi-nabi besar dan nabi-nabi kecil. Sebutan "nabi-nabi besar" dan "nabi-nabi kecil" tidak ada hubungannya dengan peranan, kedudukan, ataupun status nabi-nabi tersebut. Istilah ini diberikan kepada mereka hanya dalam kaitannya dengan kitab-kitab mereka.

Kitab-kitab “nabi-nabi besar” (: Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel) umumnya panjang dan bab-babnya relatif banyak. Sementara itu, Kitab-kitab “nabi-nabi kecil” relatif singkat-singkat. Misalnya, kitab Nabi Obaja hanya terdiri dari satu bab saja. Yang termasuk dalam "dua belas nabi-nabi kecil" adalah Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi (Ratapan sering dianggap sebagai bagian dari Kitab Yeremia, sedangkan Barukh dijelaskan di bagian Kitab Deuterokanonika).  Keenambelas nabi-nabi tersebut dapat dibagi menjadi lima kurun waktu :
  1. Masa mula-mula (845-800 SM): Obaja, Yoel, dan Yunus
  2. Sebelum masa pembuangan Israel (760-722 SM): Amos dan Hosea (kepada kerajaan utara), Yesaya dan Mikha (kepada kerajaan selatan)
  3. Sebelum masa pembuangan Yehuda (627-586 SM): Zefanya, Nahum, Habakuk, Yeremia
  4. Masa pembuangan (593-536): Yehezkiel, Daniel
  5. Masa pemulihan (536 SM - dst): Hagai, Zakharia, Maleakhi

MENGENAL KITAB-KITAB DEUTEROKANONIKA…
Alkitab Gereja Katolik (dan juga Gereja Yunani Ortodoks) mempunyai perbedaan dengan Alkitab gereja-gereja Kristen Protestan. Alkitab Gereja Katolik memuat juga kitab-kitab yang disebut Deuterokanonika sebagai bagian dari Kitab-kitab Perjanjian Lama.

Istilah Deuterokanonika dipakai untuk menyebut tujuh kitab (: Tobit, Yudit, Barukh, 1-2 Makabe, Kebijaksanaan Salomo, Yesus bin Sirakh) dan tiga tulisan tambahan (: Surat Nabi Yeremia (Barukh 6), Tambahan pada Kitab Ester (Est. 10:4-16:24), dan Tambahan pada Kitab Daniel (Dan. 13-14)) yang tidak terdapat dalam daftar Kitab Suci Ibrani, tetapi terdapat dalam daftar Kitab Suci Yunani (Septuaginta).

Gereja Katolik menyebutnya sebagai Deuterokanonika (: daftar resmi/kanon kedua). Sedangkan kitab-kitab yang 39 kitab yang bersama-sama dengan orang protestan diakui sebagai bagian dari Kitab Suci disebut Protokanonika (: daftar resmi/kanon pertama).

Apa yang dikisahkan Kitab-kitab Deuterokanonika?
  • Kitab Tobit: kisah tentang seorang bernama Tobit yang tertimpa  kemalangan, tetapi anaknya yang bernama Tobia dapat menyembuhkannya. Dan Tobia kemudian menikah dengan Sara. Lalu seluruh keluarga itu berbahagia kembali. Tuhan memang melindungi orang yang takwa.
  • Kitab Yudit: kisah tentang seorang perempuan Israel di negeri Kanaan. Ia berhasil menyelamatkan umat Israel dan kota Yerusalem dari serangan musuh yang dahsyat. Yudit menandaskan bahwa umat kecil yang tidak berdaya tetapi setia kepada Tuhan, dapat bertahan dan bahkan dapat memusnahkan kuasa jahat yang mengancam.
  • Kitab 1 Makabe: kisah tentang perang kemerdekaan umat Israel melawan penjajah. Tokoh utamanya adalah Yudas yang bergelar Makabe. Mereka mendapatkan kemerdekaan politik dan agama. Umat percaya bahwa hanya dengan iman dan kepercayaan mereka mendapat kekuatan hingga berhasil mengalahkan musuh.
  • Kitab 2 Makabe: kisah tentang perang kemerdekaan yang sama. Kisah lebih pendek karena hanya berkisah tentang Yudas Makabe saja.
  • Kitab Kebijaksanaan Salomo: wejangan dan renungan tentang berbagai masalah, khususnya soal kematian orang baik dan nasibnya di alam baka nanti. Juga ada renungan tentang sejarah umat Israel yang dipimpin oleh Hikmat Allah.
  • Kitab Yesus bin Sirakh: sekumpulan wejangan, renungan, petuah dan pepatah Yesus bin Sirakh.
  • Kitab Barukh: kisah semangat orang-orang Yahudi di perantauan menjelang zaman Perjanjian Baru. Pada kitab ini ditambahkan sebuah tulisan lain, yaitu surat dari Nabi Yeremia.


Disusun oleh 
Rm. D. Dimas Danang A.W., Pr

No comments