Breaking News

25 Oktober, Santo Chrysanthus dan Santa Daria, Martir


Santo Chrysanthus dan Santa Daria adalah orang-orang kudus pada periode Kristen Perdana yang dibunuh pada masa pemerintahan bersama dua orang kaisar Roma, Karinus dan Numerianus (283-285). Nama-nama mereka muncul dalam Martyrologium Hieronymianum, daftar para martir mula-mula. Untuk menghormati mereka, sebuah gereja dibangun di atas tempat pemakaman mereka yang terkenal di Roma. Hanya ada sangat sedikit yang diketahui tentang mereka. Chrysanthus adalah seorang Mesir, putra seorang bangsawan Romawi, Polemius. Dia dibawa oleh ayahnya ke Roma dari Alexandria. Meskipun ada keberatan dari ayahnya, Chrysanthus tetap memilih untuk dibaptis. Ia pun dipermandikan oleh seorang imam bernama Carpophorus. 

Setelah dibaptis, Chrysanthus sangat giat dalam usaha penyebaran iman Kristen kepada orang-orang Roma. Ayahnya yang masih tak beriman itu berusaha dengan berbagai cara untuk memurtadkan kembali Chrysanthus. Tetapi Chrysanthus tetap tidak mau mengingkari imannya. Cara terakhir yang dipakai ialah memaksa Chrysanthus menikah dengan Daria, seorang Yunani dan seorang pendeta dewi Minerva. 

Namun ternyata Daria justru jatuh cinta pada Chrysanthus, dan ia pun bertobat menjadi pengikut Kristus. Mereka pun hidup bersama sebagai suami-istri dan menghayati hidup dalam kesucian. Ketika mereka mempertobatkan sejumlah orang Romawi, Chrysanthus pun dikecam. Sebagai seorang Kristen, ia dihadapkan pada pengadilan Claudius. Sikap Chrysanthus yang tetap berteguh hati meski disiksa, sangat mengesankan Claudius, sang hakim. Sehingga Claudius pun bersama dengan istrinya, Hilaria, dua putra mereka, dan tujuh puluh prajuritnya bertobat menjadi orang Kristen. 

Mendengar pertobatan mereka menjadi Kristen, Kaisar menyuruh mereka semua dibunuh. Setelah disiksa dengan berbagai macam cara, mereka pun dieksekusi dengan dilempari batu dan kemudian dikubur hidup-hidup. Ketika beberapa pengikut Daria dan Chrysanthus sedang berdoa di ruang bawah tanah tempat ibadah untuk menghormati mereka, di antaranya Diodorus, seorang imam, dan Marianus, seorang diakon, mereka semua dikuburkan hidup-hidup.

No comments