Breaking News

Renungan 25 Oktober 2018, Luk 12:49-53


"Kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataKu kepadamu, bukan damai melainkan pertentangan. Karena mulsi sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga" (Luk 12:51-52).

Ayat ini sekilas membingungkan. Kenapa Yesus tidak membawa damai tapi pertentangan? Bukankah dalam perjamuan terakhir Ia mengatakan bahwa damai Kutinggalkan bagimu dan damaiKu Kuberiksn kepadamu? Dan bukankah Ia juga mengatakan supaya yang berbeban berat dan letih lesu datang kepadaNya karena Ia akan memberikan kelegaan?

Betul, bahwa Yesus memang mengatakan hal itu. Tapi Ia juga memperingatkan para muridNya bahwa setelah Ia pergi, dunia akan membenci mereka. Mereka akan diserahkan kepada para penguasa, dipenjarakan dan dihukum mati. Dan ini memang sungguh terjadi. Pada saat Injil ini ditulis banyak murid Yesus yang mati sebagai martir dan masih akan terjadi dalam perjalanan selanjutnya. Dalam arti ini, Yesus tidak membawa kedamaian. 

Demikian juga halnya dengan perpecahan dalam keluarga seperti yang dikatakanNya. Saat ini pun masih terjadi. Karena seseorang memutuskan mengikuti Yesus, ia ditolak dan disingkirkan oleh keluarganya. Tentu ini bukan yang diinginkan oleh siapapun namun kadang pertentangan ini masih terjadi. 

Dengan pengajaran ini, Yesus memperingatkan kita bahwa siapa pun yang mengikutiNya haruslah siap, jika perlu, berani menanggung resiko. Dengan menjadi muridNya kita masuk ke dalam komunitas baru yang memiliki cara hidup dan tuntutannya yang baru. Bagi mereka yang merasa terancam dengan cara hidup yang baru ini tentu akan memberikan perlawanan termasuk dari keluarganya sendiri. 

Lalu haruskah memusuhi keluarga karena mengimani Yesus? Pasti tidak! Kita tetap harus mengasihinya sekalipun dimusuhi. Kita tetap harus konsisten dalam keyakinan kita dan tidak boleh berkompromi demi perdamaian yang semu belaka. Cinta kasih yang kita bangun karena iman akan Kristus walaupun mendapatkan pertentangan, akan mendatangkan perdamaian yang sejati. So jangan takut, jika karena mengikuti Yesus, kita ditolak. 

(Rm Y. Suratman)

No comments