Breaking News

Renungan 6 September 2018, Luk 5:1-11


Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjadi penjala manusia. Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Yesus.” (Luk 5:10-11)

Petrus menangkap sejumlah besar ikan setelah perahunya digunakan oleh Yesus untuk mengajar orang banyak yang mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Penangkapan sejumlah besar ikan itu hanyalah sebuah tanda dari apa yang akan terjadi pada diri Simon Petrus dan teman-teman setelah meninggalkan perahu mereka dan mengikut Yesus. Dikatakan oleh Yesus bahwa mereka akan menjadi “penjala manusia”. Bisa diartikan bahwa para murid itu akan dipakai oleh Tuhan untuk turut menyelamatkan umat manusia.

Di sini kita diajak, di satu sisi, untuk melihat kekuatan karisma Yesus yang menarik para pengikutNya untuk mengikutiNya dengan berani meninggalkan segala-galanya. Yesus menawarkan harapan yang memenuhi kebutuhan terdalam setiap orang. Dan harapan yang Yesus tawarkan itu tidak pernah lekang dan sirna walau telah dimakan waktu. Kekristenan masih hidup walau sudah lebih dari 2000 tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus. Yesus juga tidak memilih orang-orang yang super hebat untuk menjadi “penjala manusia”. Dia memilih nelayan, pemungut cukai dan orang biasa lainnya yang pasti punya kelemahan dan juga kerap gagal. Tapi pesan harapanNya masih tetap hidup. Karena Yesus memang tetap hidup dan tinggal di dalam diri kita. Dialah jawaban dari setiap kerinduan hati manusia.

Maka di sisi lain kita pun juga diajak untuk selalu tinggal bersama dengan Yesus di dalam perahu yang sama. Nah apakah aku selalu berupaya untuk berada bersama dengan Yesus? Apa saja yang aku upayakan selama ini untuk selalu berada bersama dengan Yesus itu?

(Rm Y. Suratman).

No comments