Breaking News

Renungan 5 September 2018, 1Kor 3:1-9


“… aku tidak dapat berbicara kepada kalian sebagai manusia rohani tetapi hanya kepada manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus”. (1Kor 3:1) 

Ada dua penting yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam Surat yang pertama kepada umat di Korintus yang kita baca hari ini: yang pertama, tentang relasi manusia dengan Allah, dan yang kedua mengenai pelayanan dan pelayan di dalam hubungannya dengan Allah. 

Paulus membedakan ada dua kategori manusia yaitu manusia duniawi dan manusia rohani. Manusia duniawi adalah manusia yang belum diperbaharui oleh Kristus. Mereka belum bertobat kepada Kristus. Sedangkan manusia rohani adalah manusia yang sudah mengalami pembaharuan karena Kristus. Mereka telah hidup dalam terang Kristus sebagai manusia baru. Kepada jemaat di Korintus, Paulus menegaskan bahwa hidup mereka itu seoalah-olah seperti belum pernah menerima Kristus karena mereka terpecah belah satu sama lain menjadi kelompok-kelompok yang saling mementingkan dirinya sendiri. “Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi?” (1Kor3:3). Orang Korintus beriman bukan kepada Allah tapi kepada para pengajar atau pengkotbahnya sehingga muncul persaingan kelompok. 

Maka kemudian Paulus berbicara apa itu artinya pelayanan dan pelayan. Para pengajar/pelayan itu hanyalah kawan sekerja Allah. Tugasnya adalah membawa jemaat kepada Allah supaya menjadi manusia rohani. Para pengajar tidak bisa membangun kelompok sendiri-sendiri untuk persaingan. Ditegaskan oleh Paulus “aku yang menanam, Apolos yang menyiram tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting… Allah yang memberi pertumbuhan”. 

Kita pun kadang masih terpengaruh oleh para pelayan dalam menghayati iman. Kalau para pelayan itu gagal, kita pun ikut menjadi kendor semangatnya. Sampai ada ungkapan “paroki ini dulu maju dan umatnya berkembang sewaktu dipegang pastor itu, beda sekali dengan sekarang”. Hari ini kita diajak untuk mengarahkan perhatian kita kepada Kristus supaya menjadi manusia rohani. Apakah Yesus telah menjadi pusat hidupku? 

(Rm Y. Suratman)

No comments