Breaking News

Renungan 20 September 2018, Luk 7:36-50


"Sebab itu Aku berkata kepadamu, "Dosanya yang banyak iti telah diampuni karena ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni sedikit pula ia berbuat kasih"." (Luk 7:47)

Seorang wanita yang dikenal sebagai orang berdosa, yang datang menemui Yesus di perjamuan makan lalu membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, menjadi gambaran tentang orang yang bertindak dengan kasih. Wanita itu sampai menciumi kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi karena bersyukur sebab ia telah mendapatkan pengampunan dari Yesus. Wanita itu memang diperlakukan dengan sangat berbeda oleh Yesus dan orang Farisi. Orang-orang Farisi lebih melihat reputasi yang jelek dari wanita itu. Sementara Yesus melihat wanita yang berdosa itu sebagai orang yang perlu dibelaskasihi. Akibatnya wanita itu pun banyak berbuat kasih.

Pengalaman dikasihi Allah sangat besar pengaruhnya dalam hidup setiap orang. Hanya orang yang telah dikasihi Allah, yang mampu banyak berbuat kasih. Melalui Firman ini kita diingatkan bahwa sebetulnya kita adalah orang-orang yang telah dikasihi oleh Tuhan. Dosa-dosa kita telah diampuni oleh darah Kristus dan kita dijadikan anak-anak Allah. Apakah pengampunan yang telah kita terima ini telah kita syukuri? Bagaimana rasa syukur ini kita tunjukkan dalam perilaku kita sehari-hari?

Kadang di akhir pelayanan sakramen tobat, saya berkata kepada orang yang mengaku dosa, "Selamat, anda telah menjadi suci kembali. Jalanilah hidup anda dengan kasih dan kebaikan". Kasih dan kebaikan Allah yang telah kita alami hendaknya terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari.

(Rm Y. Suratman)

No comments