Breaking News

Renungan 28 Desember 2018


"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia" (Mat 2:13).

Setelah orang-orang majus menemui Herodes dgn maksud baik untuk menanyakan perihal bayi yg baru dilahirkan, Herodes meminta mereka utk menyelidiki perihal bayi itu. Dan Herodes pun hatinya menjadi galau dan melancarkan pembunuhan terhadap semua anak yg mungkin akan berpotensi akan menjadi "raja". Itulah reaksi orang-orang yg haus terhadap kekuasaan. Mereka akan menghalalkan segala cara untuk melindungi kekuasaannya.

Kejahatan yg menimpa orang-orang tak bersalah, khususnya anak-anak masih terus berlangsung hingga saat ini. Kejahatan itu terjadi terutama karena untuk melindungi atau mempertahankan kekuasaannya. Di sekitar kita masih banyak orang yg melakukan aborsi, membunuh anak-anak yg tak bersalah, hanya karena merasa malu memiliki kandungan atau karena faktor ekonomi. Demi harga diri dan persoalan ekonomi, anak yg tak bersalah dikorbankan. Orangtua jg melakukan kekerasan jika demi keinginannya, memaksakan anaknya supaya masuk pada jurusan tertentu padahal anaknya tak ada potensi masuk ke sana. 

Atas salah satu cara, kekerasan terhadap anak-anak masih terus terjadi. Dan rantai kekerasan ini akan terus berlanjut dari mereka yg menjadi "korban". Mereka akan melakukan pembalasan. Anak-anak yg menjarah, mabuk-mabukan dan melakukan berbagai kekerasan adalah mereka yg tdk jarang menjadi korban kekerasan di dalam keluarganya sendiri. Karena itu menjadi penting sekali menciptakan kondisi hidup, yg dimulai dari dalam keluarga, yg dipenuhi dengan kasih dan kebaikan. Stop terhadap segala bentuk kekerasan terutama bagi anak-anak dan ciptakanlah budaya saling mengasihi! Jauhkan ambisi-ambisi akan kekuasaan dan egoisme karena hal itu semua yg menjadi akar dari segala kejahatan dan dosa! Mari kita mendoakan anak-anak yg menjadi korban kekerasan itu.

(Rm. Y. Suratman)

No comments