Breaking News

PERTEMUAN I ADVEN : AKU MENEPATI JANJI-KU


TUJUAN
Umat beriman menyadari Tuhan yang setia dan datang untuk menyelamatkan dan memperhatikan umat-Nya.


PEMBUKA
1. Lagu Pembuka: Hai, Bangkit bagi Yesus (PS 700).
P: Mari kita awali pertemuan ini dengan menyalakan lilin korona adven 1 dan diiringi dengan lagu: Hai, Bangkit bagi Yesus.

Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salib-Nya.
Anjungkan panji Raja, dan jangan menyerah.
Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.
Hai bangkit bagi Yesus, dan mohon daya-Nya
Tenagamu sendiri tentu tak cukuplah.
Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
Berjaga dan berdoa bersiaplah terus.

2. Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

3. Pengantar
Masa Adven adalah masa pengenangan akan penantian Juru Selamat. Masa ini bukan hanya masa memutar kembali masa penyelamatan masa lalu. Masa ini adalah masa penantian yang real dan konkret di masa kini dan di sini dalam pergumulan konkret
manusia zaman ini.

Saudara-i yang terkasih. Hari ini kita berkumpul untuk mempersiapkan batin kita menyambut kedatangan Tuhan baik pada akhir zaman, maupun kedatanganNya di hari raya natal. Pada kesempatan ini kita diajak untuk menghayati akan Allah yang setia pada janji-Nya dengan mengutus Putra-Nya lahir di dunia sebagai manusia. Kita diajak untuk memiliki spiritualitas inkarnatoris bukan spiritualitas fuga mundi (melarikan diri dari dunia).

Inti ‘spiritualitas inkarnatoris’ adalah Allah yang memilih untuk ikut terlibat dalam masyarakat dengan rasa nasionalisme untuk menciptakan kehidupan yang utuh demi kesejahteraan bersama. Allah yang mencintai ciptaan-Nya, adalah Allah yang inkarnatoris, yakni Allah yang mau terjun dalam segala situasi kehidupan dunia. Maka beriman kepada Allah yang inkarnatoris artinya melibatkan diri dalam kehidupan nyata dengan segala persoalan yang dialami dalam hidup berbangsa.

Kami ucapkan terimakasih kepada ..... yang telah mempersiapkan segala sesuatu. Semoga Tuhan memberkati seluruh anggota keluarga dan segala usahanya.

4. Doa Pembuka
Marilah berdoa bersama-sama:
Ya Allah, Bapa yang Mahakudus, puji syukur kehadirat-Mu, kesempatan ini, kami Kauperkenankan dapat memasuki masa Adven. Mampukan kami, agar dapat memanfaatkan masa penantian yang suci ini dengan mengikuti pertemuan pendalaman iman dan kegiatan olah batin yang lain. Bukalah hati dan pikiran kami, agar dapat mengungkapkan dan memahami pengalaman iman akan Allah yang setia akan janji-Nya. Allah yang inkarnatoris, Allah yang berkenan melibatkan diri dalam carut marut persoalan yang dialami hidup berbangsa. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin.


INSPIRASI DARI AJARAN GEREJA
1. Pembacaan Ajaran Gereja
Kita umat Kristiani dipangil untuk memperhatikan mereka yang lemah di bumi, untuk melindungi dunia yang rapuh di mana kita hidup, dan semua orang di dalamnya (Bdk. EG. 209-216). Pengalaman pendampingan terhadap mereka yang lemah, yang tersisih, seperti orangtua tunggal, penderita HIV/AIDS, pengungsi, korban penyalahgunaan narkoba, anak jalanan, orang miskin dan yang terabaikan membuka kesadaran kita, bahwa dalam perubahan-perubahan yang begitu menggoncangkan itu masih ada orang yang menghargai perbedaan dan kesetaraan antar sesama manusia. Mereka itu digerakkan oleh keyakinan bahwa setiap pribadi adalah jauh lebih berharga daripada seluruh dunia. Sikap yang perlu ditumbuhkan dalam kemanusiaan kita adalah menghormati, menghargai dan membuka ruang perjumpaan. (Pesan Sidang Tahunan KWI 2014, "Mewartakan Sukacita Injil", point no. 11)

2. Pendalaman Kisah
  1. Sebutkan beberapa contoh’ orang lemah’ di sekitar Anda?
  2. Kita, umat kristiani, dipanggil untuk keluar dari diri sendiri dan memperhatikan mereka yang lemah. Apa yang mendasarinya?
  3. Janji setia apa yang ingin Anda wujudkan sebagai wujud untuk menghayati panggilan kristiani kita?


INSPIRASI DARI SABDA TUHAN
1. Pembacaan dari Kitab Suci (Yer 33:14-16)
P: Mari kita menimba inspirasi dari Sabda Tuhan. Supaya lebih paham, kita akan mendengarkan dan membacanya dua kali. Nanti, saya memberi kesempatan kita masing-masing membacanya dalam hati. Sekarang saya mohon Sdr./Sdr….. untuk membacakannya secara keras, mantab dan jalas. Silakan:

14 "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda.
15 Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri.
16 Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita!
Demikianlah Sabda Tuhan.

2. Simpul Inspirasi Sabda Tuhan
P: Mari kita membaca simpul-simpul berikut secara pelan-pelan. Kita resapkan dalam hati. Kita syukuri atas Janji Keselamatan Tuhan yang terpenuhi dalam diri Yesus Kristus:
  • Melalui nabi Yeremia, Allah berjanji datangnya Tunas Keadilan bagi Daud. Dari pihak Tuhan janji itu pasti terjadi, pasti dipenuhi. Allah tidak pernah ingkar janji.
  • Melalui keturunan keluarga Daud, janji Tuhan itu terpenuhi (Mat 1:1-16). Kepenuhan Janji Tuhan itu berlangsung selama berabad-abad sebagaimana tersurat dalam Kitab Suci. Secara singkat kita bisa membaca kutipannya dalam kartu Tunggul Isai.
  • Yusuf, suami Maria, berasal dari keluarga dan keturunan Daud (Luk 2:4). Maria melahirkan Yesus, seorang anak laki-laki, Anak Sulung (Luk 2:6). Kelahiran Yesus Kristus, Anak Daud membangkitkan harapan keselamatan bagi umat manusia. Kelahiran-Nya merupakan kesukaan besar bagi seluruh bangsa (Luk 2:10). Kedatangan-Nya dalam bayi yang mungil memanggil kita untuk menyambut-Nya dengan hati penuh syukur dan sukacita. Kita bersyukur karena Allah kita adalah Allah yang inkarnatoris, Allah yang berkenan melibatkan diri dalam carut marut persoalan yang dialami hidup berbangsa.

3. Peneguhan
P: Mari kita baca peneguhan secara bergantian antara pemandu dan peserta. Mulai dari pemandu:
  1. Natal adalah peristiwa kehadiran Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia berkenan hadir ke dunia. Ia hendak terlibat dalam setiap hiruk pikuk kehidupan umat manusia.
  2. Banyak orang lemah yang kita jumpai di sekitar kita. Seperti dalam Ajaran Gereja di atas. Misalnya: yang tersisih, seperti orangtua tunggal, penderita HIV/AIDS, pengungsi, korban penyalahgunaan narkoba, anak jalanan, orang miskin dan yang terabaikan. Dan seperti yang sedang dilanda di berbagai daerah di Indonesia dengan adanya bencana alam: gempa di Lombok, gempa dan tsunami di sekitar kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah.
  3. Kita dipanggil untuk hadir di tengah masyarakat, agar bersama mereka yang menderita dan lemah, bangkit untuk hidup yang lebih baik dan bermartabat. Menghibur yang berduka, memberi tumpangan yang kekurangan, menciptakan suasana yang menyejukan.
  4. Allah yang hadir dalam peristiwa Natal adalah Allah yang setia. Allah yang inkarnatoris, yakni mau terjun dalam segala situasi kehidupan dunia. Maka beriman kepada Allah yang inkarnatoris artinya melibatkan diri dalam kehidupan nyata dengan segala persoalan yang dialami dalam hidup berbangsa.


RENCANA AKSI NYATA
P: Allah selalu menepati janjiNya. Apa yang dijanjikan selalu terjadi. Banyak pihak dari kita manusia juga berjanji. Negara menawarkan janji sebagaimana ada dalam pembukaan UUD 1945? Para politisi berjanji. Gereja menawarkan janji Tuhan. Kita, Anda dan saya, juga sering membuat janji. Berapa prosen kita menepati janji kita? Apakah kita mempunyai komitmen yang baik terhadap janji kita?

Sekarang rumuskan janji pribadi Anda yang akan sunguh-sungguh Anda laksanakan setelah pertemuan ini? Kita hening sejenak untuk merumuskan janji.


PENUTUP
1. Doa Umat
P: Allah, Bapa yang ada di surga, kami bersyukur kepada-Mu karena bimbingan dan penyertaan-Mu sehingga kami dapat saling berbagi pengalaman dan meneguhkan iman. Kini, perkenankan kami menyampaikan doa syukur, pujian, serta permohonan ke hadirat-Mu.
P: Ya Bapa, Engkau selalu setia melaksanakan janji-Mu. Mampukan kami untuk mewujudkan setiap janji kami dalam kehidupan sehari-hari kami. Marilah kita mohon:….
U: Kabulkanlah doa kami.
P: Sekarang ungkapkan kepada Tuhan, satu janji Anda:….
P: Demikian ya Bapa doa-doa kami. Kami mohon rahmatMu, semoga kami diberi kekuatan dan kesetiaan untuk menepati janji kami. Kini, perkenankanlah kami berseru kepada-Mu bersama dengan Bunda Maria yang suci dengan doa Rosario Marantha.


3. Doa Penutup
Marilah kita berdoa:
Ya Allah Bapa yang penuh kasih, kembali kami haturkan rasa syukur kepada-Mu, karena kami telah dapat saling berbagi pengalaman iman. Semoga dengan keyakinan akan kesetiaan-Mu, kami dapat mewujudkan janji-jani kami kepada-Mu dan kepada sesama kami dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara
kami. Amin.

4. Mohon Berkat Tuhan
P: Mari kita mempersiapkan diri memohon berkat Tuhan.
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga kita semua diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Dalam
nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Dengan demikian pertemuan Adven pertama sudah selesai.
U: Syukur kepada Allah.

5. Lagu Penutup: Hai, Angkatlah Kepalamu (PS 445)
1. Hai, angkatlah kepalamu, gapura nan megah,
sambutlah Raja mulia di dalam kotamu.
Siapa raja mulia? Tuhanmu yang kekal.
Dialah Tuhan yang megah, perkasa dan teguh (2 X)

2. Hai angkatlah kepalamu, gapura abadi,
Sambutlah Raja mulia di dalam kotamu.
Sang Raja itu siapakah? Siapa raja mulia?
Dialah Tuhan semesta, Yang Maha mulia (2 X)
Aleluya (5x). Amin, amin, amin

No comments