Breaking News

MENJADI GEREJA YANG RELEVAN DAN SIGNIFIKAN: Apa Yang Harus Kami Perbuat?


Tema pengolahan iman di Masa Adven 2018 "APA YANG HARUS KAMI PERBUAT" adalah suatu ajakan bagi kita untuk menyimpulkan gerak dan dinamika pergulatan Gereja Katolik Keuskupan Purwokerto, yang selama setahun ini berjerih payah dalam kerjasama dengan mereka yang berkehendak baik mengkonkretkan ajakan dan seruan KWI di sidangnya bulan November 2017. Hasil sidang itu disosialisasikan oleh Keuskupan Purwokerto kepada para imam dalam rapat pastores di bulan Desember bulan keduabelas di tahun 2017. Di akhir sosialisasi itu, harapan arah pastoral Keuskupan di tahun 2018 ditandaskan. Pastoral Kebangsaan menjadi pilihan fokus pastoral. Harapannya, Gereja Keuskupan mengobarkan sesanti “Menjadi Gereja yang Relevan dan Signifikan: Tugas Gereja Menyucikan Dunia”. Pada bulan Juni, Keuskupan membagikan buku Nota Pastoral KWI yang berjudul “Panggilan Gereja dalam Hidup Berbangsa: menjadi Gereja yang Relevan dan Signifikan”. Saya menangkap buku ini dapat membantu para pemangku pelayan pastoral untuk menggerakkan umat mengkonkretkan iman dalam hidup bersama semua komponen bangsa yang Pancasilais, ber-Binnekha, ber-NKRI dan ber-UUD 1945.

Selama tahun 2018 ini, memang tidak ada panitia atau tim khusus dari Keuskupan yang mengawal dan mengobarkan roh pastoral tersebut. Hal itu dipercayakan kepada paroki, komisi dan komunitas umat beriman untuk menerjemahkan dan mengusahakan upaya-upaya konkretnya. Maka, di akhir tahun ini, mari kita bertanya, “Apa yang harus kami perbuat?” supaya kehidupan beriman dan bermasyarakat ini makin mewujudkan jatidiri Gereja yang dipanggil dan diutus menjadi gereja yang relevan dan signifikan? Selain itu, bahan pendalaman ini bertujuan membantu umat beriman untuk siap menyongsong Natal, kelahiran Yesus Kristus, Juru Selamat.

Biasanya, umat bertanya: apa tema Natal 2018. Sampai buku ini masuk ke percetakan, pertanyaan itu belum bisa dijawab. Biasanya tema Natal keluar di akhir November, sesudah para uskup selesai mengadakan sidang tahunan. “Mejadi Gereja Yang Relevan Dan Signifikan: Apa Yang Harus Kami Perbuat” adalah tema pengolahan Pendalaman Iman masa Adven 2018, masa Penantian Kelahiran Tuhan Yesus, masa menantikan kelahiran Gereja, kelahiran persekutuan umat beriman yang mewujudkan diri menjadi relevan dan signifikan bagi masyarakat. Jadi bukan tema Natal. Namun, jika Anda ingin menjadikannya sebagai tema natal, dipersilakan. Tema PI Adven Dewasa kami uraikan dalam tiga sub tema refleksi yakni: Aku akan menepati Janji-Ku, Aku Mau Bertobat, dan Aku Harus Berbuat.

Bahan ini disiapkan oleh Komisi kateketik Keuskupan Purwokerto: FX Ginanto, HY Sumardi, YC Kriswanto Priatmaja, Skolastika Fibriani Diansari dan S. Parjono. Ini adalah salah satu bahan sarana saja. Bahan ini dipadukan dengan doa rosario maranatha. Kami juga menyiapkan bahan Tunggul Isai dan Slip buku (7 Aksi Rohani dan 7 Aksi Jasmani).



Slip buku ini (7 Aksi Rohani dan 7 Aksi Jasmani), bisa Anda taruh di buku bacaan, buku doa harian, buku Alkitab, ditaruh di tas Anda atau di mana saja yang memudahkan Anda setiap kami membacanya, dan terutama mematri untaian aksi kasih di batin sanubari Anda masing-masing. Harapannya, slip ini bisa membuat kita selalu diingatkan untuk memperkaya keimanan kita dengan aksi belas kasih, perbuatan baik. Jika paroki atau paguyuban beriman mempunyai sarana yang lebih baik, silakan digunakan. Selamat bertekun setia mempersiapkan hati dan budi menyambut Juruselamat kita, Yesus Kristus, Tuhan kita.

RD Sulpicius Parjono
Ketua Komkat

No comments