Breaking News

Renungan 27 Oktober 2018, Efesus 4:7-16


"Sebaliknya dengan berpegang teguh pada kebenaran dalam kasih, kita bertumbuh dalam segala hal menuju Kristus Sang Kepala. Dari padaNya seluruh tubuh menerima pertumbuhannya guna membangun diri dalam kasih; itulah tubuh yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota" (Ef 4:15-16).

Rasul Paulus kerap menggunakan gambaran tubuh untuk membicarakan mengenai kesatuan sebab semua orang yang dibaptis itu adalah tubuh Kristus. Jika anggota tubuh itu menderita maka seluruh tubuh pun ikut menderita. Supaya tubuh itu sehat, maka masing-masing anggota harus bekerja dengan baik dan hidup harmonis. Perpecahan menjadikan sangat sulit untuk menghidupi kebenaran dalam kasih. 

Kerap kali perpecahan tubuh Kristus itu terjadi karena persoalan politis dan bisnis dan bukan karena persoalan Injil. Ada sekelompok orang yang merasa tidak puas dengan "kebijakan Gereja" dalam bidang-bidang tertentu (umumnya bukan masalah ajaran), lalu "memisahkan diri". Sekalipun kebijakan itu mungkin memang ada yang salah, apakah memisahkan diri itu sebuah solusi yang paling tepat untuk tetap mewujudkan kesatuan? Sama seperti dalam sebuah keluarga, relasi antar suami istri tidak selalu bisa berjalan dengan baik. Kadang di antara mereka karena sesuatu hal ada pertengkaran. Nah, apakah dalam pertengkaran itu, perceraian menjadi solusinya? Relasi yang baik menuntut kasih, pengampunan dan kerendahan hati untuk saling memahami. Demikian pula dalam tubuh Kristus.

Gagasan Rasul Paulus mengenai tubuh, mengingatkan kita akan adanya bahaya perpecahan yang harus dihindari dan sekaligus sebuah ajakan bagi masing-masing anggota untuk saling melayani secara harmonis. Semuanya ini bisa terwujud jika kita hanya berfokus pada Kristus Sang Kepala, dan bukan pada kepentingan lain yang di luar Kristus. Dari Kristuslah seluruh tubuh menerima pertumbuhannya guna membangun diri dalam kasih. Sudahkah Kristus itu menjadi Kepala kita?

(Rm Y. Suratman).

No comments